Kamis, 20 Desember 2012

"Ku Mencintaim Sebelum Memgenalmu"


"Ku Mencintaim Sebelum Memgenalmu"
Cerpen Cinta Remaja : Ku Mencintaimu Sebelum Mengenalmu
Description: http://2.bp.blogspot.com/-eCvBSJm-RTc/TiAiep8uk0I/AAAAAAAAAkE/Jz8aGMoGf5I/s200/cerpen+cinta+remaja.jpg
Berawal dari sebuah perjalanan ku menuju tempat kos, aku dan Mitha melangkahkan kaki perlahan namun pasti.
Meski terik namun terasa silir angin berhembus, kami asik berbincang tentang kisah remaja di sekolah kami.

Lalu, seorang anak laki-laki berseragam putih abu-abu melintas tepat di sampingku. Spontan aku terperangah, namun ia tak sedikitpun menghiraukan aku. Bahkan sampai ia berlalu.
Ia terlihat sedikit tampan, namun sangat keren. Wajar jika aku sampai terpesona padanya.


“Hei, kenapa kamu Sil ?” Mitha menepuk pundakku. Tentu saja itu membuatku terkejut.
“Haaa ? oh. Gak papa kok “ Jawabku dengan wajah yang mungkin abstrak
“Kamu liat gak yang tadi lewat?” Tanya Mitha padaku
“Iya lihat, emang kenapa ta’ ?
“Dia itu pacarnya Sheila, menurutmu dia cakep gak ?”
“Sheila keponakanmu ?”
“Ya iyalah Jesil usil emang berapa Sheila yang aku kenal?”
“Oh,… iya dia lumayan cakep kok,  tapi hatinya pasti lebih cakep”
“Loh,… kok kamu bilang gitu ? memangnya kamu kenal dia Sil ?”
“Egak sih, tapi coba deh kamu fikir,… Di zaman semodern dan semunafik ini masih ada cowo seperti dia yang mau nerima cewe apa adanya, seperti Sheila. Kamu ngerti kan maksudku ta ?”. ?Jelas ku pada Mitha.

“Iya, aku ngerti kok maksud kamu. Bener juga kata kamu Sil, padahal banyak cewe yang lebih cantik dari Sheila dan yang pasti sempurna, Tapi dia mau pacaran sama cewe yang terlihat begitu jelas kekurangannya. Apa dia gak takut di ketawain ya ? sama teman-temannya. Pacaran sama cewe yang pincang.”

Aku diam saja, tidak menanggapi apa yang dikatakan Mitha. Fikiranku sudah terlalu jauh untuk kembali mendengar apa yangg ia katakan. Lagi-lagi penyakit melamun ku kambuh. Aahh,.. Tapi aku fikir ini bukan lamunan tapi sebuah khayalan. Khayalan memiliki pacar nya Sheila. Aku kagum dengannya dan mungkin aku telah  jatuh cinta pada pandangan pertama.

Sampai di kosan, kami langsung berganti pakaian untuk kembali ke Sekolah. Karna siang itu jadwal kegiatan ekstrakurikuler.

Wajahku tiba-tiba memerah, cowo yang tadi ku lihat di jalan tepat ada di hadapanku ketika aku memasuki aula sekolah. Aku terkejut bahkan salah tingkah. Dia bernyanyi sambil memainkan gitar. Suaranya terdengar indah begitupun dengan permainan gitarnya. “Oh, sungguh beruntungnya Sheila mendapat pacar yg baik hati, keren dan memiliki bakat yang luar biasa. Kapan aku bias punya pacar seperti dia ?.“ Ucapku dalam hati. Mataku tak lepas memandangnya. Fikirku melayang ntah kemana. 

Hingga tiba ia memperkenalkan diri di hadapan kami. Ternyata dia adalah anggota baru di sanggar kami. Aku begitu senang dengan kehadirannya. Semangatku naik drastis 99,5% dari sebelumnya.

Waktu berjalan begitu cepat, hampir tiap hari aku menjumpainya di aula Sekolah. Tanpa ku sadari ia memiliki rasa yang sama sepertiku. Kami saling mengagumi. Dan pada akhirnya ia ucapkan kata cinta padaku. Tanpa fikir panjang aku menerimanya yang pada saat itupun yang aku tau, ia sudah putus dengan Sheila. Kami saling mendukung satu sama lain, dialah orang yang setiap harinya, membuatku semangat pergi ke sekolah. Dia juga seseorang yang selalu memberi perhatian lebih terhadapku. Mengingatkan ku ketika aku lupa, memberiku semangat ketika aku mulai lelah menjalani hari-hariku. Dan dialah juga yang selalu ada ketika aku butuh, dalam sedih maupun senang.

Tapi ternyata, setelah aku benar-benar mencintainya. Barulah aku mengenalnya. Pria yang semula ku kenal baik hati, dewasa dan berbakat. Kini bukanlah sosok pria yang ku kagumi. Perlahan aku mengenalnya dan semakin aku mengenalnya semakin terasa perih dalam hatiku.

Baru aku menyadari aku telah menyakiti hati Sheila. Karna laki-laki itu menyatakan cinta sebelum ia putus dengan Sheila. Bahkan lebih dari itu. Dia pun memacari Sheila setelah sebelumnya ia punya pacar yang sampai ia pacaran denganku pun belum juga ia putus. “Play Boy !!!” Teriak ku dalam hati, setelah ku putuskan untuk pergi dari kehidupannya. Dan mencoba melupakan dia.

Dia yang dulu memakai topeng berwajah manis untuk mendapat perhatian seribu wanita.
Yang sebenarnya ia tak lebih dari Seekor srigala berbulu domba. Bahkan tak lebih baik dari seorang pecundang sekalipun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar